TARAKAN – Harga tiket pesawat pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih menjadi perhatian publik, termasuk untuk rute dari maupun menuju Tarakan (TRK) yang menjadi salah satu pintu mobilitas Kalimantan Utara. Pantauan redaktif.id, Rabu (24/12/2025), menunjukkan harga tiket pada sejumlah tanggal ramai bergerak cukup lebar—mulai dari sekitar Rp750 ribu untuk rute jarak dekat, hingga di atas Rp2,5 juta untuk rute tertentu.
Di tengah tingginya permintaan perjalanan, pemerintah juga menjalankan paket stimulus untuk menekan biaya penerbangan, mulai dari PPN tiket ekonomi yang ditanggung pemerintah, diskon tarif jasa kebandarudaraan, hingga diskon harga avtur.
Berdasarkan tampilan harga “mulai dari” di platform pemesanan tiket.com untuk beberapa tanggal sekitar Nataru, kisaran tiket ekonomi rute Tarakan berada pada rentang berikut:
Tarakan–Jakarta (TRK–CGK): Rp1.806.800 – Rp2.118.600
Jakarta–Tarakan (CGK–TRK): Rp1.826.740 – Rp2.138.540
Tarakan–Surabaya (TRK–SUB): Rp1.522.300 – Rp2.124.600
Surabaya–Tarakan (SUB–TRK): Rp1.482.240 – Rp1.798.186
Tarakan–Makassar (TRK–UPG): Rp1.901.062 – Rp2.200.993
Makassar–Tarakan (UPG–TRK): Rp1.356.740 – Rp2.579.440
Tarakan–Balikpapan (TRK–BPN): Rp893.000 – Rp985.357
Balikpapan–Tarakan (BPN–TRK): Rp752.500 – Rp820.497
Catatan: harga “mulai dari” bersifat dinamis dan dapat berubah cepat, dipengaruhi kuota kursi, jam terbang, serta kebijakan bagasi dan layanan tambahan (ancillary) masing-masing maskapai.
Sementara itu, pemerintah juga memetakan periode ramai menjelang dan sesudah Natal serta jelang Tahun Baru. Dalam pernyataan yang dikutip media, puncak arus disebut terjadi sekitar 20–21 Desember 2025 (arus Natal) dan 28–29 Desember 2025 (arus Tahun Baru). Tanggal-tanggal seperti ini umumnya membuat kursi cepat habis dan harga cenderung terkerek, terutama untuk rute konektivitas utama seperti Jakarta–Tarakan dan Tarakan–Surabaya.
Sejumlah kebijakan yang berjalan pada Nataru 2025/2026 diharapkan dapat menahan lonjakan ongkos penerbangan. Diantaranya, pertama aturan PMK 71 Tahun 2025 mengatur skema PPN untuk angkutan udara niaga berjadwal domestik kelas ekonomi, dengan 6% ditanggung pemerintah, sementara 5% tetap ditanggung penumpang/penerima jasa. Fasilitas ini berlaku untuk periode pembelian tiket 22 Oktober 2025 – 10 Januari 2026, periode penerbangan 22 Desember 2025 – 10 Januari 2026.
Kedua, PT Angkasa Pura Indonesia menerapkan potongan 50% tarif PJP2U/PSC di 37 bandara untuk penerbangan domestik berjadwal dan penerbangan tambahan, dengan ketentuan pembelian mulai 22 Oktober 2025 dan periode keberangkatan 22 Desember 2025–10 Januari 2026. Selain itu, terdapat potongan 50% PJP4U bagi maskapai nasional pada periode 22 Desember 2025–10 Januari 2026.
Ketiga, Pertamina Patra Niaga memberikan diskon hingga 10% harga avtur di 37 bandara pada 22 Desember 2025–10 Januari 2026, dengan tujuan menekan biaya operasional maskapai agar tiket lebih terjangkau.
Dari pantauan harga, rute feeder seperti Balikpapan–Tarakan relatif lebih rendah (sekitar Rp700–800 ribuan). Namun, rute konektivitas besar seperti Tarakan–Jakarta dan Tarakan–Surabaya tetap berada di kisaran jutaan rupiah, terutama pada tanggal-tanggal ramai.
Pembaca yang ingin mendapatkan tiket lebih terjangkau saat Nataru sebaiknya menghindari tanggal-tanggal puncak liburan—biasanya dua hingga tiga hari sebelum Natal dan dua hingga tiga hari menjelang Tahun Baru—karena kursi cepat habis dan harga cenderung naik. Jika jadwal fleksibel, pilih jam terbang yang kurang diminati seperti pagi sangat awal atau malam hari. Saat membandingkan harga, jangan terpaku pada angka “mulai dari”, tetapi hitung total biaya setelah bagasi, pemilihan kursi, asuransi, dan biaya tambahan lain dimasukkan.
Selain itu, rute transit melalui kota hub seperti Balikpapan atau Makassar bisa menjadi alternatif untuk menekan biaya, namun tetap perlu memperhitungkan waktu tunggu serta potensi keterlambatan. Terakhir, untuk tanggal-tanggal populer, pemesanan lebih awal umumnya lebih aman karena ketersediaan kursi promo terbatas dan tarif sering naik mendekati hari keberangkatan. Selamat berlibur. (*)
Editor : Nicky Saputra


Ilustrasi 


