Pemerintah Indonesia melalui acuan Kalender Hijriah nasional serta kesesuaian dengan lembaga falak organisasi Islam menetapkan malam Nisfu Sya’ban 1447 Hijriah jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026, sedangkan tanggal 15 Sya’ban bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026.

Penetapan ini merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia yang disusun Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) serta hasil rukyat dan hisab lembaga falak ormas Islam.

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menetapkan awal Sya’ban 1447 H jatuh pada 20 Januari 2026 berdasarkan hasil rukyat hilal.

“Awal bulan Sya’ban 1447 H bertepatan dengan Selasa Pahing 20 Januari 2026 M (mulai malam Selasa) atas dasar rukyah,” sebagaimana tertulis dalam Pengumuman resmi LF PBNU Nomor 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026. 

Pengumuman tersebut dipublikasikan NU Online yang ditulis redaksi NU Online pada 27 Januari 2026.

“Malam Nisfu Sya’ban 1447 H akan terjadi pada Senin (2/2/2026) malam,” sebut dalam keterangan tersebut. 

Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama menetapkan awal Sya’ban 1447 H pada 20 Januari 2026. Dengan demikian, pertengahan bulan atau 15 Sya’ban jatuh pada 3 Februari 2026, sehingga malam Nisfu Sya’ban dimulai sejak Magrib 2 Februari 2026. 

Data kalender Hijriah pemerintah juga menunjukkan rincian tanggal bulan Sya’ban 1447 H, di mana 15 Sya’ban bertepatan dengan 3 Februari 2026. 

Penetapan tersebut juga selaras dengan Muhammadiyah yang menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Dalam sistem kalender tersebut, awal Sya’ban 1447 H juga ditetapkan pada 20 Januari 2026, sehingga malam Nisfu Sya’ban jatuh pada 2 Februari 2026 malam. 

Penetapan kalender Hijriah menjadi pedoman nasional dalam menentukan waktu ibadah umat Islam. Penetapan dilakukan melalui kombinasi metode rukyat (pengamatan hilal) dan hisab (perhitungan astronomi) yang diselaraskan antara pemerintah dan ormas Islam.

Kesamaan tanggal Nisfu Sya’ban 1447 H pada 2026 menunjukkan adanya sinkronisasi penanggalan Hijriah antara pemerintah, NU, dan Muhammadiyah. (*) 

Tags:muhammadiyahnasionalNisfu sya'banNU