redaktif.id — Kapten Tottenham Hotspur, Son Heung‑Min, resmi mengumumkan kepergiannya dari klub pada musim panas ini. Kepastian tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers di Seoul, Sabtu (2/8/2025), sekaligus menutup perjalanan kariernya selama hampir sepuluh tahun bersama The Lilywhites.
“Keputusan ini adalah yang paling sulit dalam hidup saya. Saya telah memberikan segalanya untuk Tottenham, tetapi kini saatnya mencari tantangan baru,” ujar Son dengan nada emosional.
Seperti yang dikutip dari berbagai sumber, Son didatangkan dari Bayer Leverkusen pada 2015, Son menjelma menjadi ikon dan wajah utama Tottenham. Selama memperkuat klub asal London Utara itu, ia tampil dalam 454 pertandingan dan mencetak 173 gol di semua ajang.
Puncak pencapaiannya terjadi musim lalu ketika ia membawa Spurs menjuarai Liga Europa 2025, trofi besar pertama bagi klub sejak 2008 sekaligus gelar perdana dalam kariernya. Selain itu, Son juga pernah meraih Golden Boot Premier League pada musim 2021/2022.
Laga persahabatan kontra Newcastle United di Seoul diperkirakan menjadi penampilan terakhir Son dengan seragam Spurs. Dukungan penuh diberikan manajemen klub, yang menghormati keputusannya untuk mengakhiri kontrak lebih cepat dari kesepakatan yang semula berlaku hingga 2026.
Pelatih Tottenham, Thomas Frank, menyebut Son sebagai sosok legenda sejati.
“Dia meninggalkan klub ini pada momen yang tepat, setelah membawa kami meraih prestasi besar. Son akan selalu dikenang sebagai kapten yang luar biasa,” kata Frank.
Meski belum diumumkan secara resmi, masa depan Son kini ramai dikaitkan dengan klub Major League Soccer (MLS), Los Angeles FC. Kehadiran komunitas Korea yang besar di Los Angeles dan kedekatannya dengan Korea Selatan disebut menjadi alasan utama.
Beberapa klub Arab Saudi juga dikabarkan berminat, namun Son diyakini lebih memilih pindah ke MLS demi faktor kenyamanan dan keluarga.
Son tidak hanya dikenang karena gol dan assist, tetapi juga karena dedikasinya di luar lapangan. Fans Spurs menjulukinya sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” yang selalu rendah hati.
“Saya datang ke klub ini sebagai anak muda yang tak bisa berbahasa Inggris. Kini saya pergi sebagai seorang pria dewasa yang bangga dengan apa yang telah saya capai,” tuturnya menutup konferensi pers.
Dengan berakhirnya era Son Heung‑Min, Tottenham kehilangan salah satu ikon terbaiknya. Namun, warisan dan kontribusinya akan tetap abadi di hati pendukung The Lilywhites. (ra)


Laga terakhir Son Heung‑Min di Tottenham Hotspur. 


