Nasionalisme anak muda Indonesia sedang diuji. Semangat cinta Tanah Air di kalangan remaja disebut makin menipis. Kenapa? Karena anak-anak muda zaman sekarang lebih sibuk menatap layar gawai. Mereka asyik menyerap berbagai konten dan budaya populer dari luar, yang masuk tanpa filter lewat media sosial.
Kenyataan ini diperkuat oleh hasil survei yang dilakukan oleh Populix pada Agustus 2023. Survei tersebut mengungkapkan bahwa 65% responden di Indonesia, termasuk mayoritas Gen-Z, merasakan penurunan semangat nasionalisme. Akar masalahnya sangat erat kaitannya dengan platform digital, di mana 71% responden secara spesifik menunjuk media sosial sebagai pemicu utama merosotnya rasa kebangsaan mereka. (Sumber: Laporan Populix, 2023)
Gejala dan Penyebab
Arus digital saat ini memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap kehidupan remaja di Indonesia, di mana gawai menjadi pusat perhatian mereka. Keterlibatan mereka dalam aktivitas yang menumbuhkan semangat nasionalisme, seperti upacara bendera dan kegiatan sosial, semakin menurun karena perhatian mereka lebih banyak dialihkan oleh berbagai konten dari luar negeri, mulai dari musik, film, hingga influencer global yang perlahan-lahan menggeser apresiasi terhadap budaya dan identitas bangsa sendiri. Di samping itu, pengaruh media digital juga mendorong sikap individualistis di kalangan remaja, di mana mereka cenderung lebih fokus pada pencapaian pribadi tanpa mempertimbangkan kontribusi terhadap bangsa. Penyebaran informasi palsu atau hoaks yang marak di media sosial juga menghidupkan situasi dengan menumbuhkan sikap ragu dan kurang percaya terhadap nilai-nilai kebangsaan serta meningkatkan rasa memiliki terhadap tanah air.
Peran Kunci Pendidikan dan Keluarga
Menanggapi persoalan tersebut, pemerhati sosial Parlindungan Harahap menyoroti pentingnya peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam menumbuhkan kembali semangat nasionalisme di kalangan remaja. “Orang tua dan guru harus lebih aktif memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa dan menanamkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, teknologi digital seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat identitas nasional, bukan justru melemahkannya. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan perlu diperkuat guna melahirkan program-program yang mampu memadukan semangat kebangsaan dengan kemajuan teknologi. (Sumber: RRI, artikel “Merosotnya Nasionalisme Pemuda di Era Digitalisasi,” 2024)
Menjaga Semangat Kebangsaan di Era Digital
Salah satu cara penting untuk menumbuhkan kembali rasa nasionalisme di kalangan remaja adalah melalui pendidikan yang sejalan dengan perkembangan dunia digital. Remaja perlu diajak memahami arti penting rasa kebangsaan dan bangga menjadi bagian dari Indonesia agar siap menghadapi tantangan global. Berbagai platform digital bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan budaya dan tradisi Indonesia dengan cara yang kreatif dan menarik. Selain itu, penting bagi remaja untuk memiliki sikap kritis dalam menyaring informasi, terutama terhadap hoaks yang bisa memengaruhi pandangan mereka terhadap negara. Pemerintah dan lembaga terkait juga perlu menghadirkan program yang tidak hanya menarik, tetapi juga bermakna dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme yang sesuai dengan kehidupan remaja masa kini. Menjaga semangat kebangsaan agar tetap hidup merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. (***)
Tentang penulis:
Anisa Oktaviani adalah mahasiswa Program Studi S1 Psikologi di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur yang memiliki ketertarikan terhadap isu menurunnya semangat nasionalisme remaja di era digital. Artikel ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewarganegaraan yang diampu oleh Bapak Iqbal Saputra Zana, S.Sos., M.A.P.
DAFTAR PUSTAKA
Agus, E., & Zulfahmi, Z. (2021). Pengaruh globalisasi terhadap nilai nasionalisme generasi muda. Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 2(1), 26-33.
Fatmawaty, R. (2024, Agustus 14). Merosotnya nasionalisme pemuda di era digitalisasi. RRI. https://rri.co.id
Indah Tanip.(2023). Dampak Media Sosial terhadap Jiwa Nasionalisme Anak Muda. Https://Info.Populix.Co
Setiawan, M. D. D., Zahra, S., Darmawan, I. T., Putra, R., & Antoni, H. (2025). Peran Pendidikan Pancasila dalam Menanamkan Nilai-Nilai Kebangsaan dan Mengatasi Dekadensi Moral di Kalangan Generasi-Z pada Era Digital. Journal of Student Research, 3(1), 233-244.
Naibaho, A., Siregar, B. S., Ginting, C. N., Sinaga, G., Aulia, M. K., & Yunita, S. (2022). Memperkokoh Identitas Nasional Pada Kalangan Remaja di Era Digital. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 1(3), 896-902.


ilustrasi 


