Modernisasi telah membawa perubahan yang signifikan dalam kehidupan masyarakat, terutama di Indonesia, di mana kemajuan teknologi dan globalisasi semakin memengaruhi cara hidup warga dalam beberapa tahun terakhir. Namun, banyak warga yang mulai melupakan nilai-nilai moral dan tanggung jawab mereka sebagai warga negara. Oleh karena itu, berbagai pihak seperti lembaga pendidikan, pemerintah, dan komunitas sosial berusaha untuk menumbuhkan kembali kesadaran akan pentingnya sikap bermartabat dan berkarakter di tengah perubahan zaman. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan edukatif, pelatihan karakter, serta program kewarganegaraan yang menanamkan nilai kejujuran, disiplin, dan cinta tanah air kepada generasi muda.

Berbagai upaya saat ini dilakukan untuk menanamkan kembali nilai-nilai kewarganegaraan di tengah arus modernisasi yang semakin kuat. Pendidikan kewarganegaraan memiliki peran yang sangat penting sebagai langkah awal dalam membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter etis dan tanggung jawab sosial. Hal ini sangat sejalan dengan harapan sinergi antara masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemerintah dalam menciptakan warga yang bermartabat di era kemajuan zaman (Adzatunnisa, 2024).

Sekolah dan perguruan tinggi menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. Menurut Hartanti (2024) Pendidikan kewarganegaraan di sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk sikap moral dan karakter generasi muda, agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan di tengah arus pengaruh budaya modern. Selain itu, sejumlah komunitas sosial dan organisasi kepemudaan juga aktif mengadakan kegiatan diskusi, pelatihan kepemimpinan, hingga kampanye moral di media sosial guna menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sikap bertanggung jawab, saling menghormati, serta cinta tanah air. Muqorobin et al (2024) menyatakan bahwa komunitas pemuda, melalui strategi kolaboratif dan program yang terstruktur, dapat membangun kesadaran akan tanggung jawab sosial serta partisipasi aktif dalam penguatan masyarakat sipil.

Tidak hanya itu, pemerintah juga berperan dalam memperkuat identitas nasional dengan menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada pembangunan karakter bangsa. Program seperti Profil Pelajar Pancasila dan Gerakan Revolusi Mental menjadi wujud nyata dari upaya tersebut. Mazid dkk. (2023) menegaskan bahwa pengintegrasian Profil Pelajar Pancasila dengan disposisi kewargaan merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter warga negara yang demokratis, beretika, dan mampu menghadapi tantangan sosial di era modern. Melalui sinergi antara masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemerintah, diharapkan terbentuk warga negara yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bermartabat dan beretika di tengah kemajuan zaman.

Oleh karena itu, membangun warga negara yang bermartabat di era modern bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan merupakan hasil dari kolaborasi seluruh elemen bangsa. Pendidikan kewarganegaraan, peran aktif masyarakat, dukungan komunitas sosial, serta kebijakan pemerintah yang berfokus pada pembentukan karakter menjadi fondasi utama dalam memperkuat identitas nasional di tengah derasnya arus globalisasi. Jika sinergi ini terus dipelihara, Indonesia akan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan. (***)

Tentang penulis: Dhira Suhesti merupakan mahasiswi Program Studi S1 Psikologi di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur yang memiliki minat terhadap isu-isu moralitas, perilaku sosial, serta tantangan kewarganegaraan di era modern. Penulisan artikel ini dilakukan sebagai bagian dari pemenuhan tugas Mata Kuliah Kewarganegaraan yang dibimbing oleh Bapak Iqbal Saputra Zana, S.Sos., M.A.P.

Daftar Pustaka
Leoni Dwi Hartati. (2024). The Role of Citizenship Education in Building Students’ Moral Character in the Modern Era. International Journal of Students Education, 2(1), 602–604.https://doi.org/10.62966/ijose.v2i1.720

Integration of Pancasila Student Profile with Civic Disposition: Building Character for Democratic Citizenship. (2024). JED (Jurnal Etika Demokrasi), 9(4), 522-537. https://doi.org/10.26618/jed.v9i4.16175

Muqorobin, M. K., Yasnita, Y., & Abdillah, F. (2024). Civic Engagement Komunitas Pemuda dalam Upaya Penguatan Civil Society. De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 4(11), 393–398. https://doi.org/10.56393/decive.v4i11.2574

Adzatunnisa, H. (2024, Desember 24). Pendidikan kewarganegaraan langkah awal membangun smart and good citizen. Kompasiana. Diakses dari https://www.kompasiana.com/haniadzatunnisa7494/676b9f5834777c301547fc22/pendidikan-kewarganegaraan-langkah-awal-membangun-smart-and-good-citizen

Tags:nilai moralOPINI