Redaktif.id – Perubahan cuaca yang cepat dari panas terik ke hujan deras membuat kasus batuk, pilek, dan flu kembali meningkat. Di tengah musim pancaroba seperti sekarang, banyak keluarga mengandalkan vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, pekerja yang sering lembur, para ibu dengan aktivitas padat, serta lansia yang umumnya punya penyakit penyerta.

Dikutip dari berbagai sumber kesehatan, dijelaskan bahwa vitamin C berperan sebagai antioksidan yang membantu kerja sel imun melawan kuman dan mendukung pemulihan saat tubuh terserang infeksi. Namun, para ahli mengingatkan bahwa cara mengonsumsi vitamin C idealnya disesuaikan dengan kebutuhan tiap kelompok usia dan kondisi kesehatan, bukan sekadar ikut tren suplemen dosis tinggi.

Pada anak, vitamin C dibutuhkan untuk mendukung daya tahan tubuh di masa sekolah dan aktivitas luar ruang. Asupan utamanya tetap dianjurkan berasal dari makanan, seperti jeruk, jambu biji, pepaya, stroberi, hingga sayuran hijau. Orang tua bisa menyiasatinya dengan menyajikan buah sebagai camilan harian atau bekal sekolah. Suplemen vitamin C boleh dipertimbangkan bila anak sulit makan buah dan sayur, sering sakit, atau sedang menjalani pemulihan, tetapi dosisnya sebaiknya mengikuti anjuran dokter anak dan petunjuk pada kemasan, bukan disamakan dengan orang dewasa.

Bagi pekerja kantoran maupun pekerja lapangan, pola hidup tidak teratur sering menjadi pemicu turunnya daya tahan tubuh: sering begadang, makan tidak teratur, dan banyak terpapar ruangan ber-AC atau cuaca luar yang berubah drastis. Vitamin C bisa membantu tubuh lebih siap menghadapi paparan virus di transportasi umum dan kantor. Meski begitu, dokter mengingatkan bahwa suplemen bukan “penebus dosa” gaya hidup. Pekerja tetap disarankan mengutamakan buah dan sayur setiap hari, lalu menggunakan suplemen vitamin C sebagai tambahan bila dirasa asupan harian kurang atau pada masa beban kerja tinggi, misalnya saat dikejar deadline dan jam tidur berkurang.

Para ibu – baik ibu rumah tangga maupun ibu bekerja – termasuk kelompok yang sering mengeluhkan mudah lelah di musim pancaroba. Tanggung jawab mengurus rumah, anak, sekaligus pekerjaan membuat waktu istirahat berkurang dan makan sering tidak teratur. Pada ibu hamil dan menyusui, kebutuhan zat gizi, termasuk vitamin C, umumnya meningkat. Karena itu, tenaga kesehatan biasanya menganjurkan pemenuhan vitamin C dari makanan bergizi seimbang yang dikombinasikan dengan suplemen kehamilan atau menyusui yang sudah diformulasikan khusus. Penggunaan suplemen vitamin C tambahan di luar itu sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter atau bidan, agar tidak berlebihan dan tetap aman untuk ibu dan bayi.

Lansia menjadi kelompok yang paling perlu berhati-hati. Di satu sisi, vitamin C penting untuk membantu daya tahan tubuh, kesehatan kulit, dan proses penyembuhan luka. Di sisi lain, banyak lansia memiliki penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan ginjal, serta mengonsumsi beberapa jenis obat sekaligus. Pada kondisi ini, mengonsumsi vitamin C dosis tinggi tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan keluhan pencernaan dan pada sebagian kasus meningkatkan risiko batu ginjal. Keluarga dianjurkan tidak sembarang membelikan suplemen tinggi vitamin C untuk orang tua, dan selalu menyampaikan pada dokter bila lansia sedang atau akan mengonsumsi suplemen apa pun.

Secara umum, dokter menekankan bahwa kebutuhan vitamin C harian orang sehat sebenarnya dapat dipenuhi dari pola makan yang kaya buah dan sayur berwarna. Suplemen dibolehkan sebagai penunjang, terutama saat asupan makanan kurang baik, sedang sakit, atau di masa kerja fisik dan mental yang berat, tetapi tidak perlu dalam dosis berlebihan. Membaca label, mengikuti aturan pakai, dan tidak menambah sendiri dosis tanpa saran tenaga kesehatan menjadi kunci penggunaan suplemen yang aman.

Pada akhirnya, di tengah perubahan cuaca seperti saat ini, vitamin C dapat menjadi “bantuan tambahan” untuk anak, pekerja, ibu, dan lansia, tetapi bukan satu-satunya jawaban. Istirahat cukup, pola makan seimbang, olahraga ringan, dan kebiasaan hidup bersih – seperti rajin cuci tangan dan memakai masker saat sakit – tetap menjadi benteng utama tubuh melawan penyakit. Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter; pembaca, terutama yang memiliki penyakit kronis atau sedang minum obat tertentu, disarankan berkonsultasi sebelum mengonsumsi suplemen vitamin C secara rutin. (***)

Tags:info cuacakesehatan