Generasi muda kini hidup di era digital yang serba cepat, di mana media sosial menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari. Banyak dari mereka menganggap nasionalisme hanya tampak dalam unggahan dan simbol formal, padahal esensi cinta tanah air sejati terlihat ketika mereka mengekspresikannya melalui tindakan konkret di masyarakat. Penguatan nasionalisme menjadi fokus utama generasi muda Indonesia. Survei terbaru menunjukkan sekitar 65 persen masyarakat menilai semangat nasionalisme di kalangan generasi muda menurun, dengan Gen Z sebesar 64 persen dan milenial mencapai 67 persen.
Generasi Muda dan Nasionalisme: Fondasi dan Tantangan
Sejarah bangsa Indonesia mengajarkan bahwa nasionalisme bukan sekadar simbol bendera atau upacara, tetapi kesadaran dan upaya menjaga persatuan serta kemajuan bangsa. Sumpah Pemuda 1928 menegaskan tekad “satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa” sebagai pijakan identitas nasional. Nilai-nilai seperti rela berkorban, gotong royong, dan menghargai keberagaman tetap relevan untuk diterapkan oleh generasi saat ini.
Dari Media Sosial ke Aksi Nyata: Generasi Muda Membawa Nasionalisme ke Lapangan
Media sosial, meski sering dikaitkan dengan hiburan, dapat menjadi sarana positif untuk membangun nasionalisme. Beberapa komunitas pemuda di Samarinda menggunakan platform digital untuk mengedukasi tentang sejarah lokal, memperingati peristiwa penting, dan mendorong aksi sosial seperti membersihkan sungai atau mendukung festival budaya. Aktivitas konkret ini menunjukkan bahwa nasionalisme bukan sekadar simbol, tetapi kontribusi langsung bagi masyarakat.
Peran Pendidikan dan Komunitas dalam Menumbuhkan Nasionalisme
Pendidikan memegang peran penting. Kurikulum yang menekankan sejarah bangsa, Pancasila, dan kegiatan ekstrakurikuler mampu menanamkan rasa memiliki dan tanggung jawab kebangsaan. Studi terbaru oleh Nugroho et al. (2022) menunjukkan bahwa partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan sosial yang terkait sejarah dan budaya meningkatkan kesadaran nasionalisme hingga 15 persen dibandingkan kelompok yang hanya mengikuti pembelajaran teori.
Selain itu, kreativitas generasi muda dalam memadukan teknologi dan aksi langsung semakin terlihat. Tantangan online yang mengajak membersihkan lingkungan, tutorial budaya tradisional, atau pemetaan sejarah lokal menjadi bukti bahwa nasionalisme dapat diekspresikan secara inovatif.
Menguatkan nasionalisme generasi muda memerlukan kolaborasi antara pendidikan, komunitas lokal, dan media digital. Ketika anak muda diberi kesempatan untuk mengekspresikan rasa cinta tanah air melalui tindakan langsung, mereka tidak hanya menghargai sejarah dan budaya bangsa, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan sosial yang berkelanjutan. Dari media sosial ke aksi nyata, generasi muda membuktikan bahwa nasionalisme bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari kehidupan yang bermakna. (***)
Tentang Penulis:
Aydilla Fisabilillah adalah mahasiswa Psikologi di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur yang tertarik pada perilaku sosial generasi muda dan upaya membangun rasa kebangsaan. Artikel ini dibuat sebagai bagian dari tugas Mata Kuliah Kewarganegaraan yang dibimbing oleh Bapak Iqbal Saputra Zana, S.Sos., M.A.P.
Daftar Pustaka:
Nugroho, A., Santoso, R., & Wulandari, P. (2022). Pengaruh partisipasi kegiatan budaya terhadap kesadaran nasionalisme mahasiswa di era digital. Jurnal Psikologi Sosial, 20(3), 145–158.
Putri, D., & Haryanto, T. (2023). Media sosial dan konstruksi identitas kebangsaan pada generasi Z di Indonesia. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 12(2), 88–102.
Sari, F., & Utami, L. (2021). Peran pendidikan karakter dalam menumbuhkan nasionalisme di kalangan pelajar. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 17(1), 33–45.
Rahmawati, N., & Prasetya, B. (2020). Kreativitas generasi muda dalam aksi sosial dan pelestarian budaya lokal. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(2), 56–68.
Wijaya, M., & Lestari, S. (2024). Pengaruh edukasi digital terhadap perilaku sosial generasi muda di Indonesia. Indonesian Journal of Social Psychology, 19(1), 12–27.


ilustrasi 


