redaktif.id – Pertumbuhan ekonomi daerah perlu didorong dari berbagai sektor, baik oleh pemerintah maupun pelaku usaha. Potensi ekonomi yang bisa menjadi sektor unggulan sudah sepatutnya dimatangkan. Terlebih, Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki lahan dan perairan yang mampu membuka peluang ekonomi di setiap kabupaten/kota.

Meski dikenal sebagai daerah penghasil energi, seperti batu bara dan minyak bumi, Kaltara juga memiliki potensi sebagai lumbung pangan. Target ini dapat tercapai jika seluruh sektor nonenergi dimanfaatkan secara maksimal menjadi peluang ekonomi jangka panjang, seperti sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Kabupaten Tana Tidung (KTT), misalnya. Meski berstatus sebagai kabupaten termuda di Kaltara, potensi ekonominya tak kalah dengan daerah lain. Lahannya yang luas dapat dimanfaatkan untuk peternakan dan pertanian, bahkan sektor perikanan KTT juga bisa diandalkan jika dikelola dengan baik.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Tana Tidung, Ismaliansyah mengatakan potensi ekonomi KTT saat ini terus ditingkatkan. Meski belum sebesar daerah lain, ia meyakini masih banyak peluang yang bisa diandalkan. Salah satunya adalah agricultural.

Menurut pria yang akrab disapa Boy ini, sektor pertanian dan peternakan dapat menjadi andalan KTT di masa depan. Kebiasaan masyarakat dalam menggarap lahan, ditambah wilayah yang luas, membuat peluang ini sangat terbuka.

“Peran berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam menjalankan agricultural ini. Selain masyarakat sudah terbiasa dengan pertanian dan peternakan, mereka juga perlu mendapat edukasi atau pelatihan pengelolaan yang profesional agar bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Boy menambahkan, pemerintah tidak hanya perlu memberi akses, tetapi juga menjadi mitra yang baik bagi masyarakat yang terjun di sektor ini. Ia menilai, meski agricultural skala besar hanya dapat dilakukan sebagian kecil masyarakat, peran pemerintah akan membuat pertumbuhan ekonomi merata. Dalam bidang pertanian, Boy mencontohkan, hasil panen masyarakat juga perlu mendapat dukungan, baik dari sisi pembelian maupun kemudahan akses pemasaran.

“Pemerintah punya segalanya. Apalagi ini menyangkut hajat hidup orang banyak, jadi harus merata. Perannya tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi juga membuka peluang besar bagi masyarakat untuk terjun di sektor ini,” tegasnya.

Selain tanaman pangan, lahan luas di Tana Tidung juga berpotensi untuk perkebunan kelapa sawit. Pertanian jangka panjang ini sudah mulai dilirik sebagian warga. Boy meyakini, jika dikelola profesional, kelapa sawit akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membangun kepercayaan antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan.

“Saat ini memang belum banyak, tapi setahu saya warga KTT sudah mulai menanam sawit. Saya pikir perkebunan sawit adalah yang paling potensial jika dikembangkan di KTT,” jelasnya.

Potensi lain yang menurut Boy layak dikembangkan adalah peternakan ayam petelur. Selama ini, pasokan telur ayam di Kaltara masih bergantung pada Sulawesi dan Jawa. Melihat tingginya permintaan lokal, Boy menilai Tana Tidung memiliki peluang besar untuk menjadi pemasok telur.

Ia mengaku sudah memulai usaha ini, meski kapasitas kandangnya belum mampu memenuhi permintaan lokal. Karena itu, ia berharap pemerintah ikut mendorong masyarakat agar tertarik mengembangkan peternakan ayam petelur.

“Di Tana Tidung tidak banyak yang memiliki kandang ayam petelur. Semakin banyak, semakin bagus. Artinya, Tana Tidung bisa memenuhi pasokan sendiri, bahkan suatu saat memasok untuk seluruh Kaltara,” ungkapnya.

Boy menegaskan, sinergi pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk memulai peternakan ayam petelur skala besar. Ia juga menyoroti hambatan modal yang sering dialami pelaku usaha.

“Lagi-lagi peran pemerintah dibutuhkan. Mulai dari sosialisasi, pelatihan, hingga permodalan. Kalau SDM bisa diasah melalui pelatihan dan sosialisasi masif,” tuturnya.

Ia berharap berbagai peluang ekonomi ini dapat menjadi andalan bagi Tana Tidung. Meski daya beli masyarakat belum sebesar daerah lain, ia yakin sektor pertanian dan peternakan bisa meningkatkan perekonomian secara luas dan berkelanjutan.

“Meski saat ini fokus pembangunan masih di sektor pemerintahan, saya yakin dua sektor agricultural ini bisa menjadi penopang ekonomi KTT di masa depan,” pungkasnya. (ra)

Editor : Nicky Saputra

Tags:kaltara