Redaktif.id – Salat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang menjadi ciri khas bulan Ramadan dan dikerjakan setelah salat Isya. Pada malam pertama Ramadan, umat Islam memulai rangkaian ibadah malam sebagai bentuk syukur sekaligus pembuka perjalanan spiritual selama satu bulan penuh.

Dalam ceramah-ceramah keagamaan, sering disampaikan bahwa malam pertama Tarawih memiliki keutamaan besar, bahkan disebut dapat menghapus dosa. Sebagian penyampaian tersebut merujuk pada riwayat yang populer di masyarakat, namun para ulama menegaskan pentingnya membedakan antara hadis sahih dan riwayat yang lemah agar umat tidak salah dalam memahami dalil agama.

Hadis sahih yang paling kuat tentang keutamaan salat malam Ramadan diriwayatkan dalam kitab Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang melaksanakan salat malam di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Hadis ini diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah dan menjadi dasar utama anjuran menghidupkan malam Ramadan, termasuk melalui salat Tarawih.

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud qiyam Ramadan dalam hadis tersebut mencakup seluruh ibadah malam selama Ramadan, termasuk Tarawih. Ibadah ini menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah serta meraih ampunan dan pahala berlipat ganda.

Di sisi lain, terdapat riwayat populer yang menyebut keutamaan Tarawih secara spesifik setiap malam, termasuk malam pertama. Riwayat ini banyak ditemukan dalam kitab Durrotun Nashihin, yang menyebutkan bahwa pada malam pertama Tarawih dosa seorang mukmin keluar seperti saat ia dilahirkan oleh ibunya.

Namun sejumlah ulama menilai riwayat keutamaan Tarawih per malam tersebut tidak ditemukan dalam kitab hadis mu’tabar dan sebagian dinilai berderajat lemah bahkan tidak dapat dipertanggungjawabkan sebagai hadis. Karena itu, umat dianjurkan menjadikannya sebagai motivasi ibadah, bukan sebagai dalil utama.

Meski demikian, malam pertama Tarawih tetap memiliki makna penting sebagai momentum awal memperbaiki diri. Malam ini menjadi simbol dimulainya kesempatan baru bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebaikan, dan meninggalkan kebiasaan buruk.

Karena itu, para ulama mengajak umat Islam untuk tetap menghidupkan malam Ramadan dengan salat Tarawih dan ibadah lainnya berdasarkan hadis-hadis sahih yang jelas sumbernya, agar ibadah yang dilakukan benar-benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW. (*)

Tags:ramadan2026