redaktif.id — Guncangan gempa berkekuatan 4,7 magnitudo mengguncang Pulau Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (5/11/2025) sore, sekitar pukul 18.37 WITA. Getarannya terasa kuat di sejumlah wilayah dan membuat warga panik berhamburan ke luar rumah.
Menurut data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada sekitar 23 kilometer tenggara Tarakan dengan kedalaman 10 kilometer di bawah laut. Gempa tergolong dangkal, sehingga getarannya terasa jelas di permukiman padat penduduk.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Dalam keterangan resminya, BMKG menjelaskan bahwa gempa dangkal seperti ini sering kali diikuti oleh getaran tambahan berskala kecil. Masyarakat diminta tetap tenang, tidak panik, dan terus mengikuti informasi melalui kanal resmi BMKG seperti situs bmkg.go.id dan akun media sosial @infoBMKG.
Kepanikan warga sempat terjadi di beberapa titik. Ida, warga Kelurahan Karang Anyar, mengaku panik saat gempa mengguncang rumahnya.
“Saya sedang masak di dapur, tiba-tiba terasa guncangan kuat. Anak-anak saya di kamar, saya langsung lari ambil mereka, sampai terburu-buru buka pintu yang terkunci,” tuturnya dengan wajah masih tampak pucat.
Situasi serupa juga terjadi di Rumah Sakit Pertamina Tarakan dan RSUD Jusuf SK, di mana pasien serta keluarga pasien terlihat keluar ruangan untuk menyelamatkan diri. Beberapa di antaranya menunggu di area parkir hingga situasi dinyatakan aman.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, gempa ini tetap meninggalkan sejumlah kerusakan ringan. Satu rumah warga di Kelurahan Mamburungan dilaporkan mengalami retak di dinding dan bagian atapnya roboh. Sementara itu, plafon salah satu pusat perbelanjaan di kawasan kota sempat runtuh akibat guncangan, membuat pengunjung panik dan berhamburan keluar gedung.
Dari laporan petugas Bandara Internasional Juwata Tarakan melalui media sosial, plafon di ruang tunggu penumpang juga dilaporkan berjatuhan, namun tidak ada penumpang di lokasi saat kejadian. Area tersebut langsung ditutup sementara untuk pemeriksaan struktur bangunan.
Guncangan juga menyebabkan puluhan kendaraan roda dua yang terparkir di area PT Idec Tarakan rebah akibat getaran. Hingga kini, belum ada laporan kerugian besar, namun tim gabungan masih melakukan pendataan dan pemeriksaan keamanan di sejumlah titik terdampak.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak tergesa-gesa kembali ke dalam bangunan sebelum memastikan kondisi rumah aman. Getaran susulan, meski kecil, bisa memperparah kerusakan pada bangunan yang sudah retak. Warga diimbau memeriksa kondisi dinding, fondasi, dan atap. Bila ditemukan retakan besar, kemiringan tiang, atau pintu yang sulit dibuka, bangunan sebaiknya tidak ditempati hingga dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam panduan mitigasinya, BMKG menjelaskan bahwa retakan diagonal pada dinding menjadi tanda kerusakan struktural serius. Warga juga diminta memeriksa aliran listrik dan pipa gas, serta segera mematikan sumber daya jika tercium bau gas atau terlihat percikan api.
BMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan keluarga menghadapi gempa. Warga disarankan menyiapkan tas darurat berisi air minum, senter, obat-obatan, dan dokumen penting. Anak-anak juga perlu diberi pemahaman tentang apa yang harus dilakukan saat gempa, seperti berlindung di bawah meja kokoh dan tidak berlari keluar bangunan secara panik.
Meski Kalimantan bukan kawasan dengan aktivitas seismik tinggi seperti wilayah cincin api Indonesia bagian timur, Tarakan dan sekitarnya tetap memiliki potensi gempa akibat sesar aktif di bawah laut. Guncangan sore itu menjadi pengingat bahwa kewaspadaan adalah bagian dari kesiapan, bukan ketakutan.
“Kesiapsiagaan bukan soal menunggu gempa berikutnya, tetapi memastikan rumah, keluarga, dan lingkungan siap menghadapi setiap kemungkinan,” tulis BMKG dalam keterangan resminya. (***)
Editor: Redaktif


ilustrasi gempa 


